KARAWANG, GARISKRITIS.COM — Gelaran Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak Kabupaten Karawang 2026 mulai memunculkan sejumlah nama yang siap mengambil bagian dalam pesta demokrasi tingkat desa. Salah satunya di Desa Tanjung, Kecamatan Banyusari, Kabupaten Karawang.
Sosok Kang Sai, yang sebelumnya disebut pernah menjabat sebagai Sekretaris Desa (Sekdes) Tanjung, kini menyatakan kesiapannya maju sebagai bakal calon Kepala Desa (Balon Kades) Tanjung.
Keseriusannya terlihat dari pemasangan alat peraga pencalonan yang menampilkan foto dirinya dengan tulisan “Bakal Calon Kepala Desa Tanjung” serta tagline “Bersama Kang Sai, PASTI — Pas di Hati, Ngurus Lembur, Nata Desa.”
Tagline tersebut menjadi pesan utama yang ditawarkan Kang Sai kepada masyarakat. Frasa “Ngurus Lembur, Nata Desa” secara sederhana menggambarkan gagasan untuk mengurus persoalan masyarakat sekaligus membenahi tata kelola pembangunan dan pemerintahan desa.
Bagi Kang Sai, pengalaman di lingkungan pemerintahan desa menjadi salah satu modal untuk memahami secara langsung dinamika pelayanan masyarakat, administrasi pemerintahan serta berbagai persoalan yang dihadapi desa.
Namun, status Kang Sai saat ini masih sebagai bakal calon, sehingga proses pencalonannya tetap harus mengikuti seluruh tahapan dan ketentuan Pilkades yang telah ditetapkan Pemerintah Kabupaten Karawang.
Pilkades Karawang Digelar di 67 Desa
Pilkades serentak Kabupaten Karawang 2026 dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2026 dengan sistem pemungutan suara digital. Sebanyak 67 desa di 25 kecamatan mengikuti agenda demokrasi tingkat desa tersebut.
Data DPMD Karawang yang diberitakan ANTARA menyebutkan sebanyak 225 orang telah mendaftarkan diri dalam Pilkades serentak 2026. Tahapan berikutnya mencakup verifikasi dan validasi administrasi hingga penetapan calon yang berhak mengikuti pemilihan.
Untuk Desa Tanjung sendiri, Kecamatan Banyusari menjadi salah satu wilayah yang masuk dalam rangkaian Pilkades serentak tahun ini.
Pengalaman Pemerintahan Jadi Modal
Kehadiran Kang Sai dalam bursa bakal calon Kepala Desa Tanjung menarik perhatian karena latar belakangnya yang disebut pernah berada di jajaran pemerintahan desa sebagai Sekdes.
Pengalaman tersebut tentu menjadi bagian dari rekam jejak yang dapat diketahui dan dipertimbangkan masyarakat. Namun, dalam sebuah kontestasi demokrasi desa, rekam jejak, gagasan, program, serta kemampuan calon dalam menjawab kebutuhan masyarakat nantinya menjadi bagian dari proses penilaian warga melalui mekanisme pemilihan.
Pilkades bukan sekadar pertarungan nama atau popularitas. Lebih jauh, pesta demokrasi desa menjadi momentum bagi masyarakat untuk menentukan arah kepemimpinan desa untuk periode berikutnya.
Dengan membawa jargon “Ngurus Lembur, Nata Desa”, Kang Sai kini harus membuktikan sejauh mana gagasan tersebut dapat diterjemahkan menjadi program yang konkret bagi masyarakat Desa Tanjung.
Masyarakat pun akan menjadi bagian penting dalam menentukan perjalanan kontestasi Pilkades Tanjung hingga hari pemungutan suara.
GARISKRITIS.COM — Demokrasi desa bukan hanya tentang siapa yang maju, tetapi tentang gagasan, rekam jejak dan komitmen yang ditawarkan kepada masyarakat.Kalau ingin, saya juga bisa membuatkan , tetapi tetap aman secara jurnalistik dan tidak menghakimi calon. Aryadi





