KARAWANG —**Gariskritis Pemberhentian dari sebuah organisasi ternyata tidak membuat salah satu mantan anggota Korwil 5 kehilangan semangat untuk tetap bergerak dan mencari berbagai potensi. Ia menegaskan, status di dalam organisasi bukan menjadi alasan untuk berhenti berkarya maupun berkontribusi.
“Saya pribadi tidak merasa minder meskipun belakangan ini diberhentikan dari organisasi Korwil 5. Saya tetap akan mencari potensi dan menjalankan aktivitas saya,” ungkapnya.
Ia mengaku selama bergabung dengan organisasi tersebut, dirinya beberapa kali menggunakan dana pribadi untuk memenuhi kebutuhan kegiatan, baik dalam acara resmi maupun kegiatan yang sifatnya mendadak.
“Kalau memang yang dibutuhkan adalah loyalitas, saya juga mengakui sudah beberapa kali kantong pribadi saya bobol untuk kegiatan resmi ataupun kegiatan dadakan,” ujarnya.
Namun, ia tidak menampik bahwa selama kurang lebih satu tahun terakhir dirinya memang mulai kurang aktif dalam sejumlah kegiatan organisasi.
Menurutnya, sikap tersebut bukan tanpa alasan. Ia mengaku mulai mempertanyakan rasa kebersamaan dan kontribusi sejumlah anggota terhadap keberlangsungan organisasi.
“Satu tahun belakangan ini saya memang kurang aktif. Kemungkinan semuanya juga tahu alasannya. Saya melihat, kok yang lain seolah enak-enak saja. Tidak banyak yang berpikir bagaimana organisasi ini bisa dibangun bersama,” katanya.
Ia juga menyoroti adanya perbedaan antara anggota yang banyak berbicara mengenai organisasi dengan anggota yang lebih memilih diam dan hanya mendengarkan.
“Banyak yang berkoar-koar, tetapi ketika bicara soal loyalitas dan kontribusi nyata, saya justru mempertanyakannya. Yang diam pun sebenarnya ingin mendengar, mana loyalitasnya,” tuturnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi bentuk refleksi atas perjalanan dirinya selama berada di Korwil 5. Ia mengaku hingga saat ini masih belum memahami sejumlah dinamika internal yang terjadi di dalam organisasi.
“Sampai hari ini saya sendiri masih bingung dengan orang-orang ‘sakti’ dari Korwil 5. Saya tidak tahu sebenarnya ukuran loyalitas dan kontribusi itu seperti apa,” ucapnya.
Meski telah tidak lagi berada dalam organisasi tersebut, ia menegaskan tidak ingin menjadikan pemberhentian sebagai alasan untuk berhenti bergerak. Baginya, pengalaman selama berada di organisasi menjadi bagian dari proses yang tetap harus dihargai.
Ia berharap ke depan setiap anggota maupun mantan anggota dapat melihat organisasi bukan hanya dari siapa yang paling banyak berbicara, tetapi juga dari kontribusi nyata yang diberikan.
“Bagi saya, organisasi bukan hanya soal jabatan atau keberadaan di dalam struktur. Yang lebih penting adalah apa yang sudah kita lakukan dan korbankan untuk organisasi,” pungkasnya.
Catatan: Pernyataan mengenai dinamika dan loyalitas anggota dalam berita ini merupakan pandangan pribadi narasumber. Pihak Korwil 5 belum memberikan tanggapan dalam naskah ini.





