SUBANG – Dugaan pencatutan nama media kembali mencuat. Seorang oknum yang mengaku sebagai bagian dari media Gariskritis dilaporkan meminta sejumlah uang kepada pihak tertentu dengan dalih adanya kegiatan atau acara.
Informasi yang dihimpun, oknum tersebut mendatangi pihak terkait dan mengaku sebagai perwakilan media Gariskritis, lalu meminta dana dengan alasan untuk mendukung sebuah kegiatan. Namun, alih-alih mendapatkan uang, pihak yang dimintai justru merasa curiga dan akhirnya memilih melaporkan kejadian tersebut langsung kepada pihak resmi Gariskritis.
Menanggapi hal ini, perwakilan resmi Gariskritis dengan tegas membantah keterlibatan pihaknya. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan ulah oknum tidak bertanggung jawab yang mencatut nama media demi kepentingan pribadi.
Kami atas nama Gariskritis sangat keberatan dan tidak terima atas tindakan oknum yang mencemarkan nama baik kami. Ini jelas merugikan dan mempermalukan institusi kami sebagai media,” tegasnya.
Pihak Gariskritis menegaskan bahwa seluruh kegiatan resmi media selalu dilakukan secara profesional dan transparan, serta tidak pernah melakukan praktik meminta uang dengan cara-cara yang tidak jelas atau tanpa dasar yang sah.
Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada terhadap oknum yang mengaku sebagai wartawan atau perwakilan media. Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi identitas dan keabsahan pihak yang mengatasnamakan institusi tertentu sebelum memberikan respons lebih lanjut.
Pihak Gariskritis juga membuka kemungkinan untuk menempuh jalur hukum apabila tindakan pencatutan nama tersebut terus berlanjut dan merugikan secara reputasi maupun moral.
Redaksi mengimbau kepada siapa pun yang menemukan kejadian serupa agar segera melaporkan kepada pihak berwenang atau langsung menghubungi redaksi resmi Gariskritis guna menghindari penyalahgunaan nama media oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Aryadi





