
Penyaluran bantuan dilakukan di masing-masing kantor desa dengan pengawasan perangkat desa dan melibatkan unsur terkait guna memastikan distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran.
Berdasarkan data yang dihimpun di lapangan, jumlah penerima bantuan di setiap desa bervariasi. Ada desa dengan jumlah penerima mencapai 577 KPM, sementara desa dengan jumlah penerima terendah tercatat sebanyak 116 KPM. Perbedaan ini disesuaikan dengan data kebutuhan dan jumlah warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat di masing-masing desa.
Salah satu penerima bantuan, Siti (43), warga setempat, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut.
“Alhamdulillah, bantuan ini sangat meringankan beban kami. Apalagi harga kebutuhan pokok sekarang sedang naik,” ujarnya.
Hal senada disampaikan oleh Dedi (50), yang juga menerima bantuan pangan. Ia berharap program seperti ini dapat terus berlanjut.
“Beras sama minyak goreng ini kebutuhan utama. Semoga bantuan seperti ini bisa rutin, karena sangat membantu masyarakat kecil,” katanya.
Pemerintah desa setempat menyampaikan bahwa bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan masyarakat serta menekan dampak ekonomi di tengah kenaikan harga bahan pokok.
Selama proses penyaluran, situasi terpantau kondusif. Warga terlihat antusias namun tetap tertib saat mengambil bantuan sesuai jadwal yang telah ditentukan oleh pihak desa.
Dengan adanya program ini, diharapkan dapat meringankan beban masyarakat serta membantu memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, khususnya bagi warga yang kurang mampu di wilayah Kecamatan Babakan Cikao. Red



